Jadi Retrogamer Gak Harus Punya Console-nya kok

Halo retrogamer indonesia. Kamu pasti seneng banget lihat koleksi-koleksi sesama retro gamer lainnya dipajang rapih seperti foto dibawah ini.



Kadang iri juga lihat orang lain punya konsol keren yang kita sukai. Apalagi ada bermacam varian warna, ataupun seri yg berbeda. Pasti seru banget bisa mainkan semuanya. Jangankan dimainkan, melihat semuanya tersusun rapi saja sudah bisa memuaskan cuci mata.

Memang, punya koleksi yang lengkap bisa menghibur. Namun apakah memang harus punya semuanya? Hmm.. bisa iya, bisa tidak.

Ada berbagai macam alasan menjadi retro gamer. Ada yang ingin melestarikan game yang sudah langka dan dimakan zaman. Ada yang memang menggilai game tertentu sekalipun sulit didapat dan harganya mahal. Ada juga yang 'balas dendam' karena dulu waktu kecil tidak dibelikan orang tuanya. Bahkan, ada yang sekedar ingin mengenang masa kecilnya dulu bermain game disaat senggang.

Dari berbagai macam alasan inilah terbentuk dua kubu yang berprinsip berdeda. Kubu kolektor dan kubu bukan kolektor. Bagi kubu kolektor, seorang retrogamer selayaknya memiliki minimal sebuah konsol yang disukai. Karena pendapat para kolektor, retrogamer seharusnya merawat dan melestarikan konsol yang mulai sulit didapat.

Kubu lainnya (bukan kolektor), merasa pendapat kolektor terlalu mendiskriminasikan gamer yang tidak bisa membeli konsol jadul (notabene harganya makin mahal). Bagi mereka, penikmat game retro sudah dapat dibilang sebagai retrogamer.

Bagi saya, memiliki ataupun tidak yang penting sama-sama suka main game retro. Kata game mempunyai arti: permainan. Dan permainan seharusnya menyenangkan dan tidak membeda-bedakan.

Menurut kamu bagaimana?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar